Mengenal Metodologi Scrum

Di era disrupsi sekarang ini, bisnis dituntut untuk cepat beradaptasi dan reorganisasi sebagai upaya penyesuaian terhadap market dan lingkungan yang terus berevolusi seiring perkembangan zaman, atau biasa disebut dengan Agile.

Mengimbangi tuntutan zaman, Jeff Sutherland dalam bukunya Scrum, mengatakan bahwa cikal bakal Scrum digagas yaitu karena pengembangan software dengan metode waterfall sudah tidak relevan lagi. Ia menilai waterfall lambat dalam pengembangan karena seluruh requirement harus fix di awal, proyek molor berbulan-bulan bahkan tahunan, overbudget dan selalu terjadi ketidak sesuaian antara diperencanaan dengan dilapangan saat tahapan eksekusi. Hal ini yang melatar belakangi Scrum.

Scrum merupakan metode adaptif evolusioner yang memperbaiki dirinya sendiri. Scrum merupakan Framework (kerangka Kerja), bukan sebuah metodologi pengembangan pengembangan proyek. 

Dalam Scrum, terdapat beberapa istilah bagi orang-orang yang tergabung dalam tim, yaitu Product Owner, Scum Master, Development team. Semua memiliki fungsi dan karakteristik tersediri dalam eksekusi proyek.

Sedangkan jantung dari scum sendiri yaitu sprint. Secara sederhana sprint adalah suatu range waktu  atau periode yang digunakan untuk implementasi sebuah siklus, idealnya Menurut jake Knapp idealnya waktu sprint adalah 5 hari, namun didalam Scrum durasi Sprint bersifat fleksible antara 1 minggu, 2 minggu ataupun 1 bulan. Semua tergantung kondisi dan kenyamanan tim dalam berkolaborasi. 

Referensi:

  1. http://www.scrum.co.id/what-is-scrum
  2. Scrum: Jeff Sutherland
  3. Sprint: Jake Knapp

 

 

how can we help you?

Contact us at the Consulting WP office nearest to you or submit a business inquiry online.

IMP Studio adalah tempat dimana saya mencurahkan seluruh tenaga, pikiran, ide dan inovasi saya dalam teknologi informasi. Semoga IMP dapat semakin banyak menebar manfaat.

Agung Laksono
CEO, IMP Studio